Kaos Tuhan sudah mati!

Kalau ditilik dari fungsinya, saat ini kaos sudah bertransformasi dari fungsinya yang dulu. Bukan hanya sekedar pakaian saja, t-shirt sudah menjadi media berekspresi seorang individu. Dan tentunya juga terjadi interaksi antara si pemakai dengan yang melihatnya.

Demikian juga yang dialami oleh Justin Surber seorang murid SMA di Arlington USA. Anak ini punya satu kaos favorit bertuliskan “God is Dead” alias “Tuhan sudah mati”. Sebagai ketua kelompok diskusi di sekolahnya Justin mengaku sengaja menggunakan t-shirt itu untuk mengundang debat dan diskusi dari orang lain.

Selama ini Justin dengan santainya menggunakan kaos berwarna hitam itu setiap hari jumat. Namun masalah mulai muncul ketika SMA Arlington mengadakan pemotretan untuk buku tahunan mereka. Karena Justin ngotot untuk tetap menggunakan T-shirt Tuhan sudah matinya di buku tahunan tersebut. Sementara disisi lain sekolah melarang penggunaan kaos itu di foto buku tahunan, dan memerintahkan pemotretan ulang untuk Justin.

Justin sendiri akhirnya mengajukan tuntutan balik untuk keberadaan foto kaosnya kepada pihak sekolah atas dasar kebesan bereskpresi yang dilindungi Undang-undang dasar Amerika serikat. Justin sendiri merupakan anak yang cerdas, dan bekerja part-time di restoran setempat dengan cita-cita ingin menjadi pengacara jika besar nanti.

Pihak sekolah pun tidak tinggal diam dan menunjuk pengacara untuk membela mereka dalam kasus kaos Tuhan sudah mati ini. Pengacara sekolah berkelit bahwa pemilihan foto merupakan wewenang pengelola buku tahunan dan banyak foto yang tidak ditayangkan karena alasan teknis. Dan isi kaos itu hanya salah satunya.

“Saya bisa diam saja membiarkan sensor terhadap kaos saya terjadi, tapi saya ingin dikenang dan diingat sebagai orang yang memperjuangkan hak atas yang diyakininya” kata Justin.

Apa yang bisa kita simpulkan dari kasus ini? Kita tidak mau mengambil sikap atas kaos anti Tuhan justin atau pelarangannya. Tapi satu hal bisa kita lihat bahwa kaos sudah melebihi dari sekedar pakaian pelindung badan. T-shirt sudah bertransformasi menjadi media curahan pikiran dan pendapat. Dan bukan tidak mungkin sablon suatu kaos bisa mengundang langkah sensor dari pihak berwenang, bahkan di negara Amerika Serikat yang mengusung kebebasan berpendapat sekalipun.

Jadi masih mau menggunakan kaos yang umum dan pasaran?

Lihat juga:

  1. Fenomena kaos couple!
  2. Kaos Garuda Armani
  3. Kaos itu dulunya pakaian dalam
  4. Kaos itu mulai bergambar
  5. Kaos oblong Simon Cowell
Tags: ,