Crocs si buaya gila!

Sekitar lima hari yang lalu saya menerima email noftification dari kawan saya. Isinya tentang sale crocs di senayan city yang up to 70 persen. Belum tahu apa itu crocs?

Crocs dikenal dengan produksi sandal karetnya yang berbentuk bolong-bolong itu. Awalnya diperuntukan untuk sandal yang digunakan untuk spa. Model pertamanya dikeluarkan pada tahun 2002 dan menjadi popular diseluruh dunia sejak saat itu. 

Nah, di Indonesia sandal yang sempat diisukan berbahaya jika digunakan naik escalator ini juga punya fans yang lumayan banyak. Dengan harganya yang berharga ratusan ribu, meskipun modelnya terkesan sangat casual banyak juga fashionista yang memburunya.

 

Tapi toh antusiasme para fans yang memburu discount crocs kemarin benar-benar gila dan di luar dugaan. Saya sendiri sempat tidak percaya begitu banyak orang yang mengantri sepanjang dua kilometer hanya untuk mendapatkan produk ini. Letak sale 70% yang di senayan city tak ayal membuat antrian panjang hingga ke hotel century. Kira-kira jika kita mulai mengantri jam 10 kita baru akan tiba di outlet sekitar jam 12.

Dan bukan Cuma saya yang terkejut akan animo ini. Bahkan pemegang licensi corcs di Indonesia mengakui kondisi ini juga di luar dugaan mereka. 

 

“animo pengnjung jauh di atas ekspektasi kami, makanya kami sempat tambah kasir dari 15 menjadi 27 orang” kata Freddi Beh Managing partner Creative Director PT Metro lifestyle distributor crocs kepada Kompas.

Sebenarnya apa yang membuat crocs begitu diminati? Mungkin sebagai fungsi, sandal satu ini memang sangat nyaman dipakai. Mulai dari bentuknya yang egronomis hingga karetnya yang diklaim begitu lentur hingga membuat kaki nyaman. Namun rasanya faktor ini menjadi perhitungan yang kesekian hingga membuat orang rela antri berjam-jam.

Dari beberapa yang ditemui di acara tersebut, hampir semua mengakui awal membeli crocs lebih karena faktor kawan atau kenalan yang sudah lebih dulu menggunakan. Kekuatan merk crocs sebagai produk premium sudah terpatri disebagian otak calon konsumen.

Pengalaman membeli crocs sudah jauh melebihi perasaan membeli sebuah sandal. Sebutan-sebutan macam crocs lovers, crocs fans makin memperkuat image ini. Tak heran jika orang kemudian rela berdesak-desakan untuk membelinya, karena bukan sandalnya yang dibeli tapi eksistensi dirilah yang jadi perhitungannya.

Bagaimana dengan anda?

Lihat juga:

  1. DAMN! Daniel mananta!
  2. Proses Klaim